Arsip untuk Maret 19, 2008

Kenangan KKN 04

el-kayyis crew

Komentar bertahan »

(MIS)INTERPRETASI ‘AYAT PLURALISME’

Ditulis oleh Syamsuddin Arif

Artikel Zuhairi Misrawi tentang ‘ayat pluralisme’ di harian Republika (08/12) menarik sekaligus menyisakan beberapa persoalan eksegetis. Setelah menguraikan pendapat bahwa ayat 69 surah Al Maidah tetap berlaku, Zuhairi menyimpulkan, “Pada mulanya Rasulullah SAW sendiri beranggapan bahwa orang-orang non-Muslim tidak akan masuk surga. Tapi setelah turun ayat tersebut, maka semakin jelas tentang kekuasaan dan kehendak Tuhan terhadap orang-orang non-Muslim. Perbedaan agama tidak menghalangi Tuhan untuk memberikan pahala.” Dengan kata lain, di mana letak keadilan dan kasih sayang Tuhan jika orang-orang non-Muslim yang saleh dan banyak berbuat baik semasa hidupnya kelak dijebloskan ke neraka?

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

PERTARUHAN KEABADIAN


Oleh: Anis Matta
images.jpegJaminan keabadian syariat Islam ternyata harus dibayar dengan harga yang tidak semurah yang kita bayangkan. Jaminan keabadian ini harus dipertaruhkan sepanjang zaman: melawan berbagai tantangan dan fitnah yang tidak pernah selesai.Pada 13 tahun pertama masa dakwah di Makkah, setidaknya ada empat tantangan dan fitnah yang dihadapi Rasulullah saw.
Pertama, syubhat yang disebarkan para intelektual musyrikin Quraisy: Sebagiannya terkait dengan pribadi sang Rasul pembawa risalah yang dituduh gila, atau penyair dan lainnya, sebagiannya lagi terkait dengan risalah itu sendiri, hingga suatu saat Allah menantang mereka untuk membuat Al-Qur’an yang lain.

Komentar bertahan »

Beramal Islami di Dalam dan Melalui Jama’ah

Author: M Anis Matta
Editor: Abu AufaABSTRACT:
*******************************************************
Ummat ini bagaikan daun-daun yang berguguran, mudah sekali diterpa angin. Tiada kekuatan yang mampu menghimpunnya kembali, menata seperti ia masih bergayut pada pohonnya. Begitulah kenyataan! Banyak orang saleh, orang hebat, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan. Oleh karena itu, jalan panjang untuk menuju kebangkitan ummat ini haruslah dimulai dari menghimpun daun-daun tersebut dalam wadah yang bernama jama’ah, merajut kembali jalinan cinta , satukan potensi dan kekuatan, sehingga ia menjadi pohon peradaban yang teduh, menaungi kemanusiaan.
*******************************************************
Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »