Maret 20, 2008
· Disimpan dalam Artikel Anis Matta · Tagged cinta, emosi, kuat, orang
Oleh: M. Anis Matta
Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai berkembang menjadi lebih baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejewantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apapun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.
Orang-orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta: emosi. dalam kehidupan mereka cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis dan penuh keindahan. Mereka bahkan mungkin bisa memutuskan untuk mempertahankan suatu penderitaan karena menikmati romantikanya; hidup digubuk derita, makan sepiring berdua. Mereka melankolik. Karenanya kehidupan mereka tidak berkembang.
Baca entri selengkapnya »
Maret 19, 2008
· Disimpan dalam Album Mas u'uf
Maret 19, 2008
· Disimpan dalam Kajian Pemikiran Islam · Tagged Pluralisme
Ditulis oleh Syamsuddin Arif
Artikel Zuhairi Misrawi tentang ‘ayat pluralisme’ di harian Republika (08/12) menarik sekaligus menyisakan beberapa persoalan eksegetis. Setelah menguraikan pendapat bahwa ayat 69 surah Al Maidah tetap berlaku, Zuhairi menyimpulkan, “Pada mulanya Rasulullah SAW sendiri beranggapan bahwa orang-orang non-Muslim tidak akan masuk surga. Tapi setelah turun ayat tersebut, maka semakin jelas tentang kekuasaan dan kehendak Tuhan terhadap orang-orang non-Muslim. Perbedaan agama tidak menghalangi Tuhan untuk memberikan pahala.” Dengan kata lain, di mana letak keadilan dan kasih sayang Tuhan jika orang-orang non-Muslim yang saleh dan banyak berbuat baik semasa hidupnya kelak dijebloskan ke neraka?
Baca entri selengkapnya »
Maret 19, 2008
· Disimpan dalam Artikel Anis Matta
Oleh: Anis Matta
Jaminan keabadian syariat Islam ternyata harus dibayar dengan harga yang tidak semurah yang kita bayangkan. Jaminan keabadian ini harus dipertaruhkan sepanjang zaman: melawan berbagai tantangan dan fitnah yang tidak pernah selesai.Pada 13 tahun pertama masa dakwah di Makkah, setidaknya ada empat tantangan dan fitnah yang dihadapi Rasulullah saw.
Pertama, syubhat yang disebarkan para intelektual musyrikin Quraisy: Sebagiannya terkait dengan pribadi sang Rasul pembawa risalah yang dituduh gila, atau penyair dan lainnya, sebagiannya lagi terkait dengan risalah itu sendiri, hingga suatu saat Allah menantang mereka untuk membuat Al-Qur’an yang lain.
Maret 19, 2008
· Disimpan dalam Artikel Anis Matta · Tagged islami, jama'ah
Author: M Anis Matta
Editor: Abu AufaABSTRACT:
*******************************************************
Ummat ini bagaikan daun-daun yang berguguran, mudah sekali diterpa angin. Tiada kekuatan yang mampu menghimpunnya kembali, menata seperti ia masih bergayut pada pohonnya. Begitulah kenyataan! Banyak orang saleh, orang hebat, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan. Oleh karena itu, jalan panjang untuk menuju kebangkitan ummat ini haruslah dimulai dari menghimpun daun-daun tersebut dalam wadah yang bernama jama’ah, merajut kembali jalinan cinta , satukan potensi dan kekuatan, sehingga ia menjadi pohon peradaban yang teduh, menaungi kemanusiaan.
Maret 18, 2008
· Disimpan dalam Profil Sahabat · Tagged ibnu abbas, sahabat nabi
Abdullah Bin Abbas
Ibnu Abbas serupa dengan Ibnu Zubeir bahwa mereka sama-sama menemui Rasulullah dan bergaul dengannya selagi masih becil, dan Rasulullah wafat sebelum Ibnu Abbas mencapai usia dewasa. Tetapi ia seorang lain yang di waktu kecil telah mendapat kerangka kepahlawanan dan prinsip-prinsip kehidupan dari Rasuluilah saw. yang mengutamakan dan mendidiknya serta mengajarinya hikmat yang murni. Dan dengan keteguhan iman dan kekuatan akhlaq serta melimpahnya ilmunya, Ibnu Abbas mencapai kedudukan tinggi di lingkungan tokoh-tokoh sekeliling Rasul .
Baca entri selengkapnya »
Maret 18, 2008
· Disimpan dalam Profil Sahabat
Khalid bin Walid radhiallahu ‘anhu
” ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin” demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam. Baca entri selengkapnya »